Desember hari ke dua puluh satu adalah hari yang abu-abu untuk saya. 

21 Desember 2006, seharian semua orang memeluk. Menepuk pundak. Bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata seraya berkata “turut berduka cita”. 

21 Desember 2007, baru setahun ditinggal. Tapi rasanya hanya hampa.

21 Desember 2008, rasa tidak nyaman di dada mulai terasa sejak beberapa hari sebelumnya. Tapi tentunya harus tetap bekerja.

21 Desember 2009, ada rasa sesal. Saya menyandang gelar sarjana. Sebuah gelar yang diperjuangkan setengah mati karena waktu itu tidak ada lagi gairah untuk menyelesaikan kuliah hanya karena tidak ada lagi yang menggoda setiap saya bertanya tentang kuliah kami yang kebetulan sama.

21 Desember 2010, untuk pertama kalinya saya bisa minta dipeluk suami di hari yang terasa aneh setiap tahunnya. Tahun itu saya resmi menjadi istri seseorang. Hari itu juga kami habiskan di kamar kost. Berdua. 

21 Desember 2011, saya sudah punya anak. Rasanya ingin mengenalkan Menik ke beliau. Tapi tidak mungkin. Harapan kosong saja.

21 Desember 2012, berkunjung ke makam Bapak beberapa bulan sebelumnya. Dengan drama tukang jaga kubur yang di pikirannya hanya uang, uang, dan uang. 

21 Desember 2013, sudah tujuh tahun ditinggal cinta pertama. Terasa ingin meledak karena ingin bertanya ini dan itu. 

21 Desember 2014, bermain dengan pikiran dan hati. Ceritanya melihat sosok Bapak di pinggir jalan. Perawakan besar, jenggot memenuhi wajah, dan tas besar kesayangan. It’s just my mind. I knew it’s lame.

21 Desember 2015, sembilan tahun, Pak. Kata orang “kirimkan Al-Fatihah”. Ada saran lain untuk obat hati yang mendadak dingin setiap tahunnya?

21 Desember 2016, maaf tidak ada surat digital di blog saya, Pak. Kok rasa sesaknya malah semakin terasa setiap tahunnya?

21 Desember 2017, ternyata saya tidak boleh diam di rumah. Hari ini bertepatan dengan pengambilan rapor Menik. Lalu ada meeting bersama geng aktivis-relawan yang saya tahu, spiritnya sama seperti Bapak dulu. Ditutup dengan menemani Menik bermain bersama Langit, Laut, dan Gita. I do trying, Pak. 

Today is December 21, and today has been okay…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *