Another checking mark on my bucket list: Learn Embroidery!

Saya selalu suka dengan kerajinan tangan, dan bordir manual adalah salah satu hal yang ingin saya kuasai. Entahlah, rasanya keren aja gitu bisa bordir manual diantara bombardir mesin canggih di tahun 2000-an ini. 

Anyway, sejak melihat promo di IG @talathings saya sudah ingin daftar. Tapi karena waktu itu dalam mode “mau tapi pengin ada temen” jadi masih belum klik tautan pendaftaran. Hingga akhirnya Grace alias Neng Utet mengunggah e-flyer tersebut ke grup! Dan akhirnya kami mendaftar bersama-sama. 


Not so long story short, akhirnya sampai di tanggal 11 Juni. Begitu sampai Vermont di Jalan Karangsari, Bandung, rasanya happy gitu. Dekorasi tempat workshop dibuat cantik dengan bunga putih dan daun cemara hijau. Tempat duduk sudah rapih dengan nama dan satu set starter kit embroidery yang berisi jarum, benang 3 warna, dedelan benang, gunting, mini manual book about embroidery stitches, kain, mata nenek, dan holdernya (ini apa sih nama yang benernya? Hahaha)

Tiara Aulia yang juga berprofesi sebagai dokter umum adalah instruktur kami siang itu. Workshop kerjasama Tala Things dan Simpul Institute ini dimulai dari pukul 14.00. Apa yang membuat saya ingin sekali ikutan? Karena bordir yang akan kami pelajari akan mengikuti pola Kufic Calligraphy, jenis kaligrafi paling tua di dunia. Super simpel dan polanya kotak, sharp! 



Pertama-tama, kami belajar jenis-jenis jahitan dasar di dunia embroidery. Dari mulai back stitch, split stitch, satin stitch dan french knots. Jangan lupa, awali dengan membuat pola di kain agar mudah mengikuti garis saat membuat jahitan.


Selanjutnya, membuat kaligrafi “Alhamdulillah” yang pola plus karbonnya sudah disediakan. To make sure you make a straight line, use ruler or  used-clean ice cream stick. Tiara mengajar dengan sabar, dan mau menjawab pertanyan bodoh macam “kenapa ini holdernya nggak bisa dibukaaa?” Hahahaa atau mata nenek yang jebol saat kami terlalu semangat memasukkan benang ke jarum, atau malahan jarum yang jatuh dan menghilang. Oh iya, Tiara dibantu Ica dan Rizka. Ada dua fotografer laki-laki yang terlihat takjub melihat perempuan-perempuan ini diam tak bersuara. Well most of them except these two. Obviously. x))



Sesungguhnya, saya juga takjub dengan sunyinya kelas. Ini membuktikan kalau peserta konsentrasi penuh mengerjakan bordirannya dan tentunya tiba-tiba sudah masuk waktu berbuka puasa. You know, when we enjoy something, time goes fast. Saya berusaha menyelesaikan sebelum makan, tapi dipotong dengan segelas air putih, puding, dan sholat Maghrib. Setelah itu, kembali ke bordiran dan akhirnya selesai sekitar pukul 18.30-an. 


Thank you so much Tiara from Tala Things, Simpul Institute, and Vermont. Walau ada insiden harus pindah karena kesalahan teknis double booked, tapi karena tempatnya nyaman dan makanannya enak, jadi terima kasih, ya! 

Makacih Grace buat pertemanan jangan kasih kendornya. Karena kalo kendor, bordiran jadi jelek, kak! x)) 

5 thoughts to “Embroidery with @TalaThings

  • ndu.t.yke

    Keren yo! 🙂 aku awal jualan kerajinan tangan, bikin pouch HP dari jeans bekas yg disulam 🙂

    Reply
  • Frany Fatmaningrum

    Salam kenal, lupa pernah komen/belum. Ini lucu banget ya acaranya, di Jakarta ada yg suka adain juga gak?

    Reply
  • nyonyasepatu

    Ahhhh kalau liat beginia sirik, di Medan hampir gak ada kelas kayak gini 😁

    Reply
  • Aiko

    aaakk keren aku pengen coba juga

    Reply
  • Dyahsynta

    Ih Grace apa kabar?! Lama banget gak ketemu anak itu :)) Sazki bordirannya rapi banget buat first-timer :O

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *